1. Apa yang anda ketahui mengenai pendekatan multikultural dan implementasinya?
Jawab : Secara sederhana multikulturalisme bisa dipahami sebagai pengakuan, bahwa sebuah negara atau masyarakat adalah beragam dan majemuk. atau dapat diartikan sebagai kepercayaan kepada normalitas dan penerimaan keragaman menurut Azyumardi azra dalam Zakiyuddin Baidhawy (2005).
Pendidikan multikultural adalah merupakan suatu wacana yang lintas batas, karena terkait dengan masalah-masalah keadilan sosial (social justice), demokrasi dan hak asasi manusia, tulus, dan toleran terhadap keanekaragaman budaya yang hidup di tengah-tengah masyarakat prulal.
*Implementasinya:
salah satu lembaga pendidikan merupakan lembaga yang berfungsi menanamkan kesadaran di kalangan genalerasi muda akan identitas dirinya, identitas kolektifnya serta menumbuhkan calon warga negara yang baik dan terpelajar di dalam masyarak yang homogen ataupun yang majemuk. Sementara itu guru bertujuan untuk melatih dan mendisiplinkan pikiran peserta didik, memberikan pendidikan moral dan agama, menanamkan kesadaran nasionalisme dan patriotisme menjadi warga negara yang baik bahkan untuk rekreasi. Dengan demikian guru memiliki peranan penting dalam pendidikan multikultural karena ia merupakan salah satu targer dari pendeketan ini. Oleh karena itu, guru dan pihak sekolah perlu memahami berbagai kebutuhan peserta didik yang dikemukakan berikut ini:
Pertama, peran guru dan sekolah dalam mengimplementasikan niai-nilai keberagamaan yang inklusif dan moderat di persekolahan, karena seorang guru yang memiliki paradigma mengajarkan dan mengimplementasikan nilai-nilai keberagaman tersebut kepada peserta didik di sekolah. Peran guru dalam hal ini meliputi: Pertama, seorang guru harus mampu bersikap demokratis, artinya dalam segala tingkah lakunya, baik sikap maupun perkataannya tidak deskriminatif (bersikap tidak adil atau menyinggung) peserta didik yang menganut agama yang berbeda dengannya. Kedua, guru seharusnya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kejadian-kejadian tertentu yang ada hubungannya dengan agama.
Selain guru, peran sekolah juga sangat pemting dalam membangun lingkungan yang prularis dan toleran terhadap semua pemeluk. Cara: Pertama, sekolah harus memiliki dan sekaligus menerapkan undang-undang sekolah anti deskriminasi gender. Kedua, sekolah harus berperan aktif untuk memberikan pelatihan gender terhadap seluruh staff termasuk guru dan peserta didik agar penanaman nilai-nilai tentang persamaan hak dan sikap anti diskriminasi gender dapat berjalan dengan efektif. Ketiga, untuk memupuk dan menggugah kesadaran peserta didik tentang kesadaran gender dan sikap anti diskriminasi terhadap kaum perempuan, maka pihak sekolah dapat mengadakan acara-acara seminar atau kegiatan sosial lainnya yang berkaitan dengan pengembangan kesetaraan gender. Keempat, peran guru dan sekolah dalam membangun sikap kepedulian sosial. Kelima, peran guru dan sekolah dalam membangun sikap anti diskriminasi etnis.
2. Jelaskan secara heuristik kajian pendekatan tematik dalam pengembangan PKN SD!
Jawab: Pembelajaran tematik berasal dari kata integrated teaching and learning atau integrated curiculum approach yang konsepnya telah lama ditemukan oleh Jhon dowoy sebagai usaha mengintegrasikan perkembangan dan pertumbuhan siswa dan kemampuan perkembangnnya (Beans, 1993: udin sa'ud dkk, 2006). Jacob (1993) memandang pembelajaran tematik merupakan sebagai suatu pendekatan kurikulum interdispliner (integrated curriculum approach). Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran suatu proses untuk mengaitkan dan memadukan materi ajar dalam suatu mata pelajaran atau antar mata pelajaran dengan semua aspek perkembangan anak, serta kebutuhan dan tututan lingkungan sosial keluarga.
Dalam pelaksanaan pembelajaran PKN melalui pendekatan tematik antara lain sebagai berikut:
1) Rancangan Pembelajaran, dalam tahap ini guru Pkn menyiapkan media pembelajaran tematik yang berupa gambar-gambar yang berhubungan dengan tema yang akan diajarkan oleh siswa.
2) Pelaksanaan pembelajaran guru harus lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran Hal ini dikarenakan pengalaman guru sangat penting dalam pengolahan pembelajaran. Selain itu media yang dipakai juga harus bervariasi sehingga dapat mengelola proses pembelajaran dengan baik.
3. Bagaimana cara mengembangkan pembelajaran PKN dengan CTL?
Jawab: Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru mengenai kepribadian siswa secara individu dalam proses pembelajaran PKn di kelas 5 SD. Khususnya pada materi nilai-nilai juang dalam pembelajaran PKn yang meliputi:
1. Peran guru dalam pengelolaan kelas.
2. Pemahaman perkembangan karakteristik siswa.
3. Peran siswa dalam pembelajaran
4. Pemilihan alat peraga atau media dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang dipelajari siswa.
5. Guru dituntut untuk lebih kreatif dalam mendesain pembelajaran.
Sebelum dan dalam proses pelaksanaan pembelajaran guru perlu menanamkan disiplin, dan bekerjasama pada diri siswa seperti mengadakan apersepsi dan lain diharapkan lebih memperdalam dan memperluas kajian pada pembelajaran PKN sesuai dengan pendekatan CTL khususnya di kelas 5 SD.
4. Apakah penting atau tidak model pembelajaran berbasis portofolio dalam pengembangan PKn di SD? Jika penting jelaskan!
Jawab: Penting, karena dalam PKn mempunyai tujuan yaitu partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dan warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi.
Model pembelajaran PKn berbasis portofolio memperkenalkan kepada siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah yang digunakan dalam proses politik. pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya dengan cara:
1) Membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif.
2) Membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektifitas partisipasi
3) Mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warga negara.
5. Berikan analisis mengapa pentingnya mengembangkan pembelajaran PKn SD !
Jawab: Karena dalam kegiatan
proses belajar mengajar bidang study PKn di sekolah dasar, sosok guru
diharapkan mampu membantu siswa mencapai tujuan-tujuan yang digariskan oleh bidang PKn; hidup dengan baik. Tujuan tersebut tidak lain meliputi
dunia ranah afektif, yakni dengan mengembangkan dan melestarikan nilai luhur
dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia, yang diwujudkan dalam
bentuk perilaku dalam kehidupan sehari- hari baik sebagai individu, anggota
masyarakat, warga Negara dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu
untuk mencapai tujuan tersebut, guru PKn dituntut untuk dapat menerjemahkan
pemahaman-pemahaman tentang konsep, moral hukum dan politik yang berdasarkan
teoritik. sehingga kelas memiliki peran-peran penting tertentu yaitu tempat berlatih, landasan peran hokum, dan pengembangan nalar ilmu.
Pada pembelajaran PKN yang ditekankan adalah bagaimana agar siswa mau mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-harinya. Jika guru tidak pandai mengemas materi pembelajaran maka siswa akan bosan. Guru harus memilih sumber ajar yang baik untuk siswanya. Buku ajar berupa buku maupun elektronik. Dari buku misalnya modul, Lembar Kerja Siswa dan lain-lain. Dari elektonik misalnya media pendukung seperti proyektor dan lain-lain.
Pada pembelajaran PKN yang ditekankan adalah bagaimana agar siswa mau mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-harinya. Jika guru tidak pandai mengemas materi pembelajaran maka siswa akan bosan. Guru harus memilih sumber ajar yang baik untuk siswanya. Buku ajar berupa buku maupun elektronik. Dari buku misalnya modul, Lembar Kerja Siswa dan lain-lain. Dari elektonik misalnya media pendukung seperti proyektor dan lain-lain.
Dengan pengembangan pembelajaran PKn yang baik diharapkan
siswa dapat melahirkan manusia-manusia pancasila yang sadar dan taat akan
hokum. Jika pembelajaran PKn berhasil, maka Indonesia akan menjadi masyarakat
madani yang sejahtera dan bersatu sesuai dengan pancasila. Selain itu, akan
menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berkarakter sesuai dengan
impian bapak proklamator kita yakni Ir. Soekarno.